Tugas
Mandiri
NURSING
INFORMATIK
Oleh :
Lentra
Geotira Syara
1110322005
FAKULTAS
KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
ANDALAS
PADANG
2013
I.Hospital
Information System
A.
Pengertian
HIS (Hospital Information System)
merupakan sebuah sistem informasi yang digunakan untuk Rumah Sakit. Dimana
dalam sistem informasi ini memungkinkan aliran data dari sebuah rumah sakit bisa
dilakukan secara elektronis, sehingga pelayanan kepada pasien dapat dilakukan
dengan lebih cepat, akurat dan transparan yang pada akhirnya bisa memberikan
kepuasan kepada pasien.
Hospital Information System meliputi setiap
aspek dari administrasi ke departemen keuangan. Ini juga mencakup segala
sesuatu dari pasien yang masuk dan keluar untuk tes laboratorium.
Sebuah sistem informasi rumah sakit (HIS) pada
dasarnya adalah sebuah sistem komputer yang dapat mengelola seluruh informasi
untuk memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk melakukan pekerjaan mereka
secara efektif. Sistem ini telah ada sejak mereka pertama kali diperkenalkan
pada tahun 1960 dan telah berevolusi dengan waktu dan modernisasi fasilitas
kesehatan. Komputer tidak secepat pada masa itu dan mereka tidak mampu
menyediakan informasi secara real time seperti yang mereka lakukan hari ini.
Staf menggunakannya terutama untuk mengelola penagihan dan persediaan rumah
sakit. Semua ini telah berubah sekarang, dan sistem rumah sakit saat ini informasi
mencakup integrasi dari semua, aplikasi klinis keuangan dan administrasi. Di
Amerika, pada tahun 1980an, sistem informasi Rumah Sakit berkembang pada tahap
yang lebih lanjut dengan fokus pada produktivitas.
Sistem ini dilaksanakan dalam rangka untuk menghetikan
sistem berbasis kertas. Dengan adanya HIS membantu menjaga informasi pasien
dalam komputer sehingga mudah diakses oleh semua personel rumah sakit. Dengan
menerapkan HIS Juga mampu mengenali tren yang mata manusia tidak mungkin dapat
melihat melalui sistem kertas. Database yang dimasukan juga dapat lebih mudah
diatur. Dan juga mengurangi kemungkinan kesalahan data rumah sakit karena semua
orang dapat memahami dan membaca komputer. Sistem ini juga membantu dengan
kolaborasi antara rumah sakit yang berbeda untuk mengurangi pengujian duplikat
(pengandaan data). Juga mempersingkat waktu dengan melihat data
sebelumnya daripada harus menulis ulang setiap kali pasien masuk ke rumah sakit
berbeda.
Sistem informasi medis sangat erat kaitannya
dengan sistem informasi rumah sakit (hospital Information System atau HIS).
Sistem informasi rumah sakit adalah sistem yang mampu melakukan integrasi dan
komunikadi aliran informasi baik di dalam maupun di luar rumah sakit. HIS
memiliki 2 fungsi utama yaitu untuk keperluan manajemen dan pengolahan data
pasien. Dari sisi manajemen, HIS memiliki peranan dalam mengatur data keuangan,
material dan teknis, sistem kepegawaian, pembayaran (tagihan) ke pasien, dan
perencanaan strategi. Dari sisi pasien, HIS berfungsi untuk mengelola data
inpatient dan outpatient serta mengelola data medis pasien yang meliputi
perawatan. Diagnosis, dan terapi.
Salah satu subsistem dari HIS adalah sistem
rekam medis. Perekaman data pasien mutlak diperlukan untuk menunjang proses
peningkatan perawatan kesehatan terhadap pasien.
B.
Manfaat
1. Mudah Akses ke Data Pasien untuk
menghasilkan catatan bervariasi, termasuk klasifikasi berdasarkan demografi,
jenis kelamin, usia, dan sebagainya. Hal ini terutama bermanfaat pada rawat
jalan (rawat) titik, maka meningkatkan kesinambungan perawatan. Serta, Internet
akses berbasis meningkatkan kemampuan akses jarak jauh ke data tersebut.
2. Membantu sebagai sistem pendukung
keputusan bagi pihak berwenang rumah sakit untuk mengembangkan kebijakan
kesehatan yang komprehensif
3. administrasi yang efisien dan akurat
keuangan, makanan pasien, teknik distribusi, dan bantuan medis. Ini membantu
untuk melihat gambar yang luas dari pertumbuhan rumah sakit
4. Peningkatan pemantauan penggunaan obat,
dan studi efektivitas. Hal ini menyebabkan pengurangan interaksi obat yang
merugikan sekaligus mempromosikan pemanfaatan farmasi lebih tepat.
5. Meningkatkan integritas informasi,
mengurangi kesalahan transkripsi, dan mengurangi duplikasi entri informasi.
C.
Aplikasi
Sebuah HIS memiliki berbagai aspek didalamnya.
Teknologi memungkinkan untuk informasi dalam sistem ini untuk mengalir lebih
mudah dan lebih akurat. Beberapa sistem ini meliputi:
1. Clinical Information System (CIS)
2. Financial Information System (FIS)
3. Laboratory Informatin System (LIS)
4. Nursing Information System (NIS)
5. Pharamacy Information System (PIS)
6. Picture Archiving Commuication System
(PACS)
7. Radiology Information System (RIS)
Terminologi
yang terkait:
Clinical
Information System - Kata lain untuk Health information system.
Electronic
Medical Record - Sebuah catatan medis yang disimpan secara elektronik melalui
database rumah sakit. Catatan ini dapat dilihat oleh salah satu rumah sakit di
jaringan tersebut.
Clinical Decision
Support System (CDSs) adalah program komputer yang dirancang untuk menyediakan
dukungan para ahli dalam membuat keputusan klinis Mendoca (2004). Tujuan sistem
ini adalah membantu para profesional di bidang kesehatan dalam menganalisis
data pasien dan membuat keputusan berdasarkan diagnosis, melakukan pencegahan,
dan treatment terhadap permasalahan kesehatan.
Personal Health
record - Sebuah catatan kesehatan pribadi merupakan rekaman yang disimpan
oleh individu kesehatan seumur hidup.
Voice recognition
software - Software yang dapat mengenali perintah suara untuk membantu dokter
menulis catatan atau melakukan tugas.
MediSlate MCA
& Sahara slate – Mirip dengan tablet PC digunakan di rumah sakit yang
dirancang khusus untuk membantu tugas-tugas dokter.
Sistem informasi
rumah sakit adalah sistem yang mampu melakukan integrasi dan komunikasi
aliran informasi baik di dalam maupun di luar rumah sakit (kusumadewi, 2009).
System informasi ini meliputi Sistem rekam medis elektronik, sistem informasi
laboratorium, sistem informasi radiologi, sistem informasi farmasi, sistem
informasi keperawatan. HIS memilki dua fungsi utama yaitu : untuk keperluan
manajemen dan pengolahan data pasien. Dari sisi manajemen, HIS memiliki peranan
dalam mengatur data keuangan, material dan teknis, system kepegawaian,
pembayaran (tagihan) ke pasien, dan perencanaan strategi. Dari sisi lain, HIS
berfungsi untuk mengelola data inpatient dan outpatient serta mengelola data
medis pasien yang meliputi perawatan, diagnosis, dan terapi.
Salah satu subsistem HIS adalah system rekamm
medis. Perekaman data pasien mutlak diperlukan untuk menunjang proses
peningkatan perawatan kesehatan terhadap pasien. Electronic Medical Record (EMR) adalah suatu media elektronik yang
digunakan untuk menyimpan informasi klinis. EMR digunakan untuk mengelola informasi
rekam medis pasien sehingga memudahkan dalam menelusur-balik informasi,
termasuk sejarah penyakit dan tindakan medis yang pernah diterima, dan
menggunakannya untuk mengambil tindakan medis yang tepat.
Secara umum , system informasi ini dapat didefinisikan
sebagai informasi kesehatan individu yang disimpan dalam bentuk digital yang
mempunyai sebuah penenda unik setiap individu (Raghupathi, 1997). Fungsi utama
EMR adalah : merekam informasi, mengakses informasi, membantu pengambilan
keputusan, menggunakan data atau informasi secarabersama-sama, identifikasi
pasien, menangani keamanan dan otentifikasi data, serta memmbantu auditing.
Melalui
system perekaman medis yang baik dan efektif diharapkan kulaitas perawatan
kesehatan seorang pasien juga akan meningkat, memudahkan manajemen dan
professional dalam menetapkan keputusan. EMR mencakup semua informasi tentang
treatment dan perawatan pasien. EMR merupakan informasi tentang status
kesehatan individu sepanjang hayat dan perawatan kesehatan yang tersimpan
secara elektronik.
System
informasi ini digunakan dilingkungan rumah sakit atau lembaga penyedia layanan
kesehatan lain yangb menangani pasien secara langsung. Pada masa yang akan
dating, system informasi ini seharusya dapat terjadi inter-operabilitas antar
rumah sakit.
Sebagian besar dari EMR merupakan replikasi
dari paper based record. Data atau
informasi rekam medis, memiliki beberapa tipe, antara lain:
1. Tipe data
tekstual, biasanya digunakan pada saat mendeskripsikan keluhan, gejala, sejarah
munculnya rasa sakit, sejarah keluarga, uji fisik atau informasi asuransi. Tipe
data teks ini terkadang juga menggunakan bahasa alami, sehingga alogaritma
parsing sangat dibutuhkan. Pada tipe teks dibutuhkan format standar penulisan
yang bersifat formal, lengkap, universal, dan dapat diterjemahkan.
2. Tipe grafis,
biasanya digunakan pada ECG, ultrasound, atau gambar-gambar yang ditulis
tangan.
3. Tipe digital,
biasanya digunakan untuk menunjukkan hasil sinar-x.
Masalah yang sering muncul pada perekaman data
pasien adalah kesalahan, kelalaian, dan ketidakpastian serta sangat
bervariasinya pasien dan klinisi (petugas kesehatan). Jumlah data rekam medis
yang banyak membuat klinis sulit untuk mencari atau menganalisis data rekam
medis pasien tertentu dengan masalah tertentu pula
II.
Radiologi Information System
Dewasa ini telah dikembangkan suatu sistem yang
dikhususkan untuk bidang radiologi yaitu Radiologi Information system (RIS).
Salah satu unsur Radiologi Information System adalah PACS (Picture Archiving
Commucation System). Keberadaan PACS sangat membantu sekali di Radiologi
terutama dalam hal pengarsipan data, baik data gambar maupun laporan hasil
pembacaan foto rontgen pasien, selain itu keberadaan PACS juga dapat digunakan
sebagai unsur dari sistem Teleradiografi sehingga informasi yang ada selain
digunakan oleh klinisi yang berada di satu lokasi tapi juga dapat digunakan
oleh klinisi dilokasi lain bahkan di manapun yang berhubungan dengan jaringan
komputer Radiologi atau Rumah Sakit tersebut karena PACS juga merupakan unsur
HIS (Hospital Information System). Teleradiologi merupakan salah satu komponen
dalam sistem informasi kesehatan yang mempunyai kompleksitas teknologi yang tinggi.
Implementasinya dapat dikaitkan dengan sistem informasi radiologi dan sistem
informasi rumah sakit yang diharapkan mampu memberikan kualitas dari pelayanan
pasien dan mendukung pekerjaan administratif sehingga memperbaiki efesiensi dan
efektifitas rumah sakit.
Unit Radiologi merupakan
unit penunjang medis yang mempunyai peranan penting dalam pelayanan pasien baik
sebagai pendiagnosa suatu penyakit maupun sebagai acuan pemberian arah
pengobatan bagi para klinisi dalam sebuah rumah sakit sehingga dituntut selalu
siap dalam pemberian informasi yang dibutuhkan oleh unit-unit terkait,
informasi yang diberikan haruslah lengkap, akurat dan cepat. Telah dikembangkan
suatu sistem yang dikhususkan untuk bidang radiologi yaitu Radiologi
Information system (RIS). Salah satu unsur Radiologi Information System adalah
PACS (Picture Archiving Commucation System).
Keberadaan PACS sangat membantu sekali di Radiologi terutama dalam hal pengarsipan data, baik data gambar maupun laporan hasil pembacaan foto rontgen pasien, selain itu keberadaan PACS juga dapat digunakan sebagai unsur dari sistem Teleradiografi sehingga informasi yang ada selain digunakan oleh klinisi yang berada di satu lokasi tapi juga dapat digunakan oleh klinisi dilokasi lain bahkan di manapun yang berhubungan dengan jaringan komputer Radiologi atau Rumah Sakit tersebut karena PACS juga merupakan unsur HIS (Hospital Information System).
Keberadaan PACS sangat membantu sekali di Radiologi terutama dalam hal pengarsipan data, baik data gambar maupun laporan hasil pembacaan foto rontgen pasien, selain itu keberadaan PACS juga dapat digunakan sebagai unsur dari sistem Teleradiografi sehingga informasi yang ada selain digunakan oleh klinisi yang berada di satu lokasi tapi juga dapat digunakan oleh klinisi dilokasi lain bahkan di manapun yang berhubungan dengan jaringan komputer Radiologi atau Rumah Sakit tersebut karena PACS juga merupakan unsur HIS (Hospital Information System).
Digital Imaging and Communication in Medicine (DICOM)
adalah standar untuk penanganan, penyimpanan, percetakan, dan transmisi
informasi medis (http://www.id.articlesphere.com/Article/Functions-Of-A-PACS-RIS-System/191737). DICOM memungkinkan
integrasi scanner, server, workstation, printer, jaringan dan perangkat keras
dari beberapa produsen dalam sistem pengarsipan gambar dan komunikasi (Picture
Archiving and Communication System / PACS). DICOM berbeda dari format data lain
dalam hal bahwa ia mengelompokkan informasi kedalam data set. Itu berarti file
citra X-Ray dari dada misalnya, sebenarnya berisi pasien ID dalam file,
sehingga gambar tidak dapat dipisahkan dari informasi ini. Teleradiologi
merupakan salah satu komponen dalam sistem informasi kesehatan yang mempunyai kompleksitas
teknologi yang tinggi. Implementasinya dapat dikaitkan dengan sistem informasi
radiologi dan sistem informasi rumah sakit yang diharapkan mampu memberikan
kualitas dari pelayanan pasien dan mendukung pekerjaan administratif sehingga
memperbaiki efesiensi dan efektifitas rumah sakit.
FUNGSI
a. Rontgent berfungsi untuk mengetahui kelainan yang
terdapat didalam tubuh manusia dengan bantuan penyinaran atau radiasi sinar
X-ray guna untuk menentukan diagnosis terapi.
b. RIS (Radiologi Information System ) berfungsi untuk
memudahkan kita untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh unit-unit
terkait secara lengkap, akurat dan cepat.
c. PACS (Picture Archiving Commucation System ) berfungsi
untuk pengarsipan data, baik data gambar maupun laporan hasil pembacaan foto
rontgen pasien, selain itu keberadaan PACS juga dapat digunakan sebagai unsur
dari sistem Teleradiografi sehingga informasi yang ada selain digunakan oleh
klinisi yang berada di satu lokasi tapi juga dapat digunakan oleh klinisi
dilokasi lain bahkan di manapun yang berhubungan dengan jaringan komputer
Radiologi atau Rumah Sakit tersebut.
d. DICOM memungkinkan integrasi scanner, server,
workstation, printer, jaringan dan perangkat keras dari beberapa produsen dalam
sistem pengarsipan gambar dan komunikasi
III.MEDICAL
SYSTEM
Sistem
MEDINFO (informasi medis) adalah tujuan umum informasi berbasis komputer sistem
penyimpanan, pengambilan, dan analisis. Hal ini dirancang untuk berbagi waktu,
sistem on-line komputer untuk cepat dan mudah penciptaan, pemeliharaan, dan
analisis data umum file. Berbagai macam jenis informasi dapat digunakan. Ini
termasuk numerik, categoric, teks, tanggal, dan beberapa jawaban. Struktur file
memungkinkan beberapa set data, termasuk data berorientasi tanggal, untuk digunakan.
MEDINFO izin studi yang akan dibuat, Deskripsi data dibuat, data untuk memasuki
dan diperbarui ke dalam catatan, dan untuk data yang ditampilkan atau
dianalisis oleh penyidik tanpa intervensi programmer.
IV.LABORATORY
SYSTEM
Laboratorium informasi manajemen sistem
(LIMS), kadang-kadang dikenal sebagai sistem informasi laboratorium (LIS) atau
sistem laboratorium manajemen (LMS) adalah perangkat lunak berbasis
laboratorium dan sistem manajemen informasi yang menawarkan serangkaian fitur
yang mendukung operasi laboratorium yang modern. Fitur tersebut tidak terbatas
pada alur kerja dan pelacakan data dukungan, arsitektur yang fleksibel dan
antarmuka pertukaran data yang cerdas yang di dukungan penuh penggunaannya dalam
lingkungan yang diatur.
Fitur
dan penggunaan LIMS telah berevolusi selama bertahun-tahun dari contoh
sederhana pelacakan sumber daya perusahaan alat yang mengelola berbagai aspek
Informatika laboratorium perencanaan.
Definisi
LIMS agak kontroversial: LIMS dinamis karena persyaratan laboratorium yang
modern yang berkembang pesat dan kebutuhan sering bervariasi secara signifikan
dari laboratorium untuk laboratorium. Oleh karena itu, definisi kerja LIMS pada
akhirnya tergantung pada interpretasi oleh individu atau kelompok-kelompok yang
terlibat. Dr Alan McLelland Glasgow Institute biokimia, Royal Infirmary,
menyoroti masalah ini di akhir 1990-an dengan menjelaskan bagaimana LIMS
dianggap oleh seorang analis, manajer laboratorium, manajer sistem informasi
dan akuntan, mereka semua benar, tetapi masing-masing dibatasi oleh persepsi
pengguna sendiri.Secara historis LIMS, LIS, dan proses pengembangan pelaksanaan
sistem (IPOL) memiliki semua melakukan fungsi-fungsi yang serupa. Menurut
sejarah istilah 'LIMS' cenderung digunakan untuk referensi Informatika sistem
ditargetkan untuk lingkungan, penelitian, atau komersial analisis seperti
farmasi atau petrokimia bekerja. 'LIS' cenderung digunakan untuk referensi
sistem Informatika laboratorium forensik dan pasar klinis, yang sering diperlukan
alat manajemen kasus khusus. Istilah 'PDES' umumnya telah diterapkan untuk
lingkup yang lebih luas, termasuk, misalnya, teknik manufaktur virtual,
sementara tidak perlu mengintegrasikan dengan peralatan laboratorium. Dalam
beberapa kali LIMS fungsi telah menyebar lebih jauh lagi melampaui tujuan
aslinya sampel manajemen. Assay manajemen data, penggalian data, analisis data,
dan laboratorium elektronik notebook (ELN) integrasi adalah semua fitur yang
telah ditambahkan ke banyak LIMS, memungkinkan realisasi translational medicine
sepenuhnya dalam solusi perangkat lunak tunggal.
operasi
LIMS
adalah sebuah konsep yang berkembang, dengan fitur baru dan fungsionalitas akan
ditambahkan ke sering. Sebagai laboratorium menuntut perubahan dan kemajuan
teknologi berlanjut, fungsi LIMS kemungkinan juga akan berubah. Meskipun
perubahan ini, LIMS cenderung memiliki seperangkat dasar fungsi yang
mendefinisikan itu. Bahwa fungsi dapat dibagi menjadi lima tahap pengolahan
laboratorium, dengan banyak fungsi perangkat lunak yang jatuh di bawah
masing-masing resepsi dan log sampel dan data pelanggan terkait dengan tugas,
penjadwalan, dan pelacakan sampel dan analitis beban kerja terkait pengolahan
dan kontrol kualitas yang terkait dengan sampel dan dimanfaatkan peralatan dan
persediaan penyimpanan data terkait dengan analisis sampel inspeksi,
persetujuan, dan kompilasi data sampel dan/pelaporan atau analisis lebih lanjut
ada beberapa potongan fungsionalitas inti yang berhubungan dengan tahap-tahap
pengolahan laboratorium yang cenderung untuk muncul dalam kebanyakan LIMS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar