CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 19 September 2013

tugas keperawatan maternitas A11 fkep unand



Organ reproduksi pria, organ reproduksi wanita, proses menstruasi dan proses kehamilan
 

KELOMPOK 13
Lentra Geotira Syara
Suryani
Niche Maivio Rahmi
Reza S Maryam
Ridho Syuheri
Cindy Olivia
Sri Rahma Yeni

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS



I.ORGAN REPRODUKSI PRIA

System reproduksi pada pria meliputi organ organ reproduksi, spermatogenesis, dan hormone pada pria. Organ reproduksi pada pria terdiri dari organ dalam dan organ luar.
Organ dalam terdiri dari testis, saluran pengeluaran, dan kelenjar asesoris. Testis berjumlah sepasang (testes=jamak). Testis berbentuk oval dan berada didalam skrotum. Ukuran testis panjangnya ±5 cm (2inci) , lebar  ±2,5 cm (1 inci). Fungsi testis adalah alat untuk memproduksi sperma dan hormon testoteron.
Saluran pengeluaran terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi dan uretra. Epididimis merupakan saluran yang berkelok didalam skrotum yang berfungsi sebagai tempat sementara sperma hingga matang sebelum menuju vas deferens. Ukurannya kira kira 6m. Vas deferens merupakan saluran lurus keatas sebagai salura tempat jalannya sperma dari epididimis menuju vesikula seminalis (kantung mani). Saluran ejakulasi adalah saluran pendek yang menghubungkan vesikula seminalis dengan uretra. Fungsi saluran ejakulasi adalah mengeluarkan sperma agar masuk kedalam uretra. Uretra merupakan saluran akhir reproduksi dalam penis yang berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari vesikula seminalis dan saluran untuk membuang urine dari kantung kemih.
Sedangkan kelenjar asesoris terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar cowper, dan kelenjar prostat.
Organ luar dari reproduksi pria adalah penis dan skrotum. Penis terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga rongganya berisi banyak pembuluh darah dan ujung ujung perasa sehingga bila ada rangsangan, rongga tersebut akan penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi).

II.ORGAN REPRODUKSI WANITA
            Organ reproduksi wanita layaknya organ reproduksi pria terdiri dari organ luar dan organ dalam. Organ reproduksi bagian luar terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, klitoris, hymen, perineum.
           
            Mons pubis merupakan bagian atas dari simfisis dan berbentuk seperti segitiga terbalik. Terdiri dari jaringan lemak dan sedikit jaringan ikat. Setelah dewasa tertutup oleh rambut rambut halus. Mons pubis mengelilingi jaringan lunak dan melindungi itu dari luka.
            Labia mayora merupakan dua lipatan jaringan besar dari batas bawah vulva. Bagian luarnya tertutup rambut rambut halus dan kulit yang kasar, sedangkan bagian dalam lunak dan basah serta merupakan selaput. Labia mayora seperti skrotum pada pria, namun didalam labia mayora terdapat dua lipatan kulit yang kecil yang disebut labia minora yang bertemu dibagian atas anus. Bagian ini disebut perineum.
            Klitoris berbentuk kecil, bersifat sensitive. Klitoris pada wanita layaknya penis pada pria yang mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf sensorik sehingga sangat sensitive.
            Hymen adalah jaringan yang menutupi lubang vagina bersifat elastic, rapuh dan mudah robek. Apabila hymen rusak tidak berarti membuktikan ketidak perawanan atau virginity.
            Perineum adalah daerah genitalia yang terletak antara vagina dan anus. Perineum berperan  penting dalam proses melahirkan.
            Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari vagina, uterus, tuba falopi, dan ovarium.
Vagina terletak antara kandung kemih dan rectum.panjang bagian depannya ± 9cm dan didnding belakangnya ± 11 cm. fungsi utama vagina adalah saluran untuk mengeluarkan lendir uterus, alat untiujuk berhubungan seks, dan jalan lahir pada saat persalinan,
            Uterus adalah jaringan otot yang kuat, terletak di pelvis minor antara kandung kemih dan rectum. Bentuk uterus seperti bola lampu dan gepeng. Dinding uterus terdiri dari 3 lapisan yaitu peritoneum, myometrium, dan endometrium.
            Tuba faloppi terdapat didaerah tepi atas  ligamentum latum berjalan kearah lateral, mulai dari osteum tubae internum pada dinding rahim. Tuba falopi merupakan tubule muscular dengan panjang ± 12 cm dan diameter antara 3-8 mm.
            Ovarium ada dua terletak pada bagia kiri dan kanan. Fungsi dari ovarium yaitu tempat perkembangan dan pelepasan ovum , tempat sintesa dan sekresi hormone.

III.PROSES MENSTRUASI

Pada awal siklus (tepat setelah menstruasi), curah FSH meningkat, menstimulasi sekresi estrogen. Hal ini menyebabkan endometrium menebal dan menjadi lebih vascular (fase proliferative). Mendekati pertengahan siklus curah LH meningkat, menstimulasi sekresi. Pada saat ini terjadi ovulasi. Dibawah kombinasi stimulus estrogen dan progesterone, endometrium mencapai punvcak penebalan dan vaskularisasinya. Jika ovun tidak dibuahi , maka LH dan FSH menurun, sekresi estrogen dan progesterone turun sangat cepat, ovum mengalami kehancuran dan endometrium menjadi hemoragik. Produk yang terdiri dari darah tua, lendir dan jaringan endometrium dikeluarkan melalui serviks dan kedalam vagina. Aliran darah ini yang disebut menstruasi.
Menstruasi terjadi selama 28 hari selama tahun tahun reproduktif. Periode keluarnya darah ini berlangsung sekitar 4-5 hari dan selama waktu itu sekitar 50-60 ml darah keluar. Setelah aliran menstruasi berhenti , maka siklus akan kembali berulang dari awal.
Fase terjadinya menstruasi adalah fase menstruasi , fase pasca menstruasi, fase poliferasi atau pra ovulasi, dan fase ovulasi.

IV.PROSES KEHAMILAN





           
Kehamilan terjadi disaat sel sperma masuk kedalam rahim seoran perempuan untuk membuahi sel ovum yang telah matang. Seorang lakilaki normal biasanya mengeluarkan air mani sekitar 3 cc , dan setiap 1 cc biasanya mengandung sekitar 100 juta sampai 120 juta sel sperma.
            Setelah proses ejakulasi, sel sperma akan berlarian melintasi rongga rahim dan saling berebut mencapai sel ovum yang telah matang yang berada di tuba falopi. Apabila sebuah sperma berhasil menembus membrane yang mengelilingi ovum, maka sperma dan ovum akan berada didalam membrane dan membrane tidak akan dapat ditembus oleh sperma lainnya. Pembelaham meosis kedua oosit selesai nucleus ovum menjadi pro nucleus ovum. Nuklues akan menyatu dan kromosom bergabung sehingga didiapat hasil yang diploid. Dengan demikian konsepsi berlangsung dan terbentuklah zigot.
            Pembelahan dimulai saat zigot berjalan sepanjang tuba uterine menuju uterus. Telur yang telah difertilisasi akan membelah dengan cepat menjadi blastomer dan kemudian ketika mencapau uterus , zigot disebut morulla.
            Kemudian morulla aka membelah menjadi dua lapisan yaitu yaitu massa sel luar (trofoblast) dan massa sel dalam. Sekitar 10 hari setelah fertilisasi ovum, blastokist (cairan yang mengisi ruangan diantara kedua lapisan massa sel) akan menanamkan dirinya ke dalam endomatrium. Begitu implantasi terjadi, lapisan uterus akan menyelimuti blastokist dan kehamilan terbentuk.
            Sel sel tropoblast kemudian dapat menyerap nutrient dan mensekresikan hormonnya sendiri yaitu hormone HCG kedalam aliran darah ibu yang hamil. Pengukuran HCG dalam urin biasanya merupakan pemeriksaan utama yang dilakukan untuk menegakkan kehamilan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar