Organ
reproduksi pria, organ reproduksi wanita, proses menstruasi dan proses
kehamilan
KELOMPOK
13
Lentra
Geotira Syara
Suryani
Niche
Maivio Rahmi
Reza
S Maryam
Ridho
Syuheri
Cindy
Olivia
Sri
Rahma Yeni
FAKULTAS
KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
ANDALAS
I.ORGAN REPRODUKSI PRIA
System reproduksi pada pria
meliputi organ organ reproduksi, spermatogenesis, dan hormone pada pria. Organ
reproduksi pada pria terdiri dari organ dalam dan organ luar.
Organ dalam terdiri dari testis,
saluran pengeluaran, dan kelenjar asesoris. Testis berjumlah sepasang
(testes=jamak). Testis berbentuk oval dan berada didalam skrotum. Ukuran testis
panjangnya ±5 cm (2inci) , lebar ±2,5 cm
(1 inci). Fungsi testis adalah alat untuk memproduksi sperma dan hormon
testoteron.
Saluran pengeluaran terdiri dari epididimis,
vas deferens, saluran ejakulasi dan uretra. Epididimis merupakan saluran yang
berkelok didalam skrotum yang berfungsi sebagai tempat sementara sperma hingga
matang sebelum menuju vas deferens. Ukurannya kira kira 6m. Vas deferens
merupakan saluran lurus keatas sebagai salura tempat jalannya sperma dari
epididimis menuju vesikula seminalis (kantung mani). Saluran ejakulasi adalah
saluran pendek yang menghubungkan vesikula seminalis dengan uretra. Fungsi
saluran ejakulasi adalah mengeluarkan sperma agar masuk kedalam uretra. Uretra
merupakan saluran akhir reproduksi dalam penis yang berfungsi sebagai saluran
kelamin yang berasal dari vesikula seminalis dan saluran untuk membuang urine dari
kantung kemih.
Sedangkan kelenjar asesoris
terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar cowper, dan kelenjar prostat.
Organ luar dari reproduksi pria
adalah penis dan skrotum. Penis terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan
spons. Dua rongga
yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu
rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum
yang membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil
yang rongga rongganya berisi banyak pembuluh darah dan ujung ujung perasa
sehingga bila ada rangsangan, rongga tersebut akan penuh oleh darah sehingga
penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi).
II.ORGAN
REPRODUKSI WANITA
Organ reproduksi wanita layaknya
organ reproduksi pria terdiri dari organ luar dan organ dalam. Organ reproduksi
bagian luar terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, klitoris,
hymen, perineum.
Mons pubis merupakan bagian atas
dari simfisis dan berbentuk seperti segitiga terbalik. Terdiri dari jaringan
lemak dan sedikit jaringan ikat. Setelah dewasa tertutup oleh rambut rambut
halus. Mons pubis mengelilingi jaringan lunak dan melindungi itu dari luka.
Labia mayora merupakan dua lipatan
jaringan besar dari batas bawah vulva. Bagian luarnya tertutup rambut rambut
halus dan kulit yang kasar, sedangkan bagian dalam lunak dan basah serta
merupakan selaput. Labia mayora seperti skrotum pada pria, namun didalam labia
mayora terdapat dua lipatan kulit yang kecil yang disebut labia minora yang
bertemu dibagian atas anus. Bagian ini disebut perineum.
Klitoris berbentuk kecil, bersifat
sensitive. Klitoris pada wanita layaknya penis pada pria yang mengandung banyak
pembuluh darah dan serat saraf sensorik sehingga sangat sensitive.
Hymen adalah jaringan yang menutupi
lubang vagina bersifat elastic, rapuh dan mudah robek. Apabila hymen rusak
tidak berarti membuktikan ketidak perawanan atau virginity.
Perineum adalah daerah genitalia
yang terletak antara vagina dan anus. Perineum berperan penting dalam proses melahirkan.
Organ reproduksi dalam wanita
terdiri dari vagina, uterus, tuba falopi, dan ovarium.
Vagina terletak antara kandung
kemih dan rectum.panjang bagian depannya ± 9cm dan didnding belakangnya ± 11
cm. fungsi utama vagina adalah saluran untuk mengeluarkan lendir uterus, alat
untiujuk berhubungan seks, dan jalan lahir pada saat persalinan,
Uterus adalah jaringan otot yang
kuat, terletak di pelvis minor antara kandung kemih dan rectum. Bentuk uterus
seperti bola lampu dan gepeng. Dinding uterus terdiri dari 3 lapisan yaitu
peritoneum, myometrium, dan endometrium.
Tuba faloppi terdapat didaerah tepi
atas ligamentum latum berjalan kearah lateral,
mulai dari osteum tubae internum pada dinding rahim. Tuba falopi merupakan
tubule muscular dengan panjang ± 12 cm dan diameter antara 3-8 mm.
Ovarium ada dua terletak pada bagia
kiri dan kanan. Fungsi dari ovarium yaitu tempat perkembangan dan pelepasan
ovum , tempat sintesa dan sekresi hormone.
III.PROSES
MENSTRUASI
Pada awal siklus (tepat setelah
menstruasi), curah FSH meningkat, menstimulasi sekresi estrogen. Hal ini
menyebabkan endometrium menebal dan menjadi lebih vascular (fase
proliferative). Mendekati pertengahan siklus curah LH meningkat, menstimulasi
sekresi. Pada saat ini terjadi ovulasi. Dibawah kombinasi stimulus estrogen dan
progesterone, endometrium mencapai punvcak penebalan dan vaskularisasinya. Jika
ovun tidak dibuahi , maka LH dan FSH menurun, sekresi estrogen dan progesterone
turun sangat cepat, ovum mengalami kehancuran dan endometrium menjadi
hemoragik. Produk yang terdiri dari darah tua, lendir dan jaringan endometrium
dikeluarkan melalui serviks dan kedalam vagina. Aliran darah ini yang disebut
menstruasi.
Menstruasi terjadi selama 28 hari
selama tahun tahun reproduktif. Periode keluarnya darah ini berlangsung sekitar
4-5 hari dan selama waktu itu sekitar 50-60 ml darah keluar. Setelah aliran
menstruasi berhenti , maka siklus akan kembali berulang dari awal.
Fase terjadinya menstruasi adalah
fase menstruasi , fase pasca menstruasi, fase poliferasi atau pra ovulasi, dan
fase ovulasi.
IV.PROSES
KEHAMILAN
Kehamilan terjadi disaat sel
sperma masuk kedalam rahim seoran perempuan untuk membuahi sel ovum yang telah
matang. Seorang lakilaki normal biasanya mengeluarkan air mani sekitar 3 cc ,
dan setiap 1 cc biasanya mengandung sekitar 100 juta sampai 120 juta sel
sperma.
Setelah proses ejakulasi, sel sperma
akan berlarian melintasi rongga rahim dan saling berebut mencapai sel ovum yang
telah matang yang berada di tuba falopi. Apabila sebuah sperma berhasil
menembus membrane yang mengelilingi ovum, maka sperma dan ovum akan berada
didalam membrane dan membrane tidak akan dapat ditembus oleh sperma lainnya.
Pembelaham meosis kedua oosit selesai nucleus ovum menjadi pro nucleus ovum.
Nuklues akan menyatu dan kromosom bergabung sehingga didiapat hasil yang
diploid. Dengan demikian konsepsi berlangsung dan terbentuklah zigot.
Pembelahan dimulai saat zigot
berjalan sepanjang tuba uterine menuju uterus. Telur yang telah difertilisasi
akan membelah dengan cepat menjadi blastomer dan kemudian ketika mencapau
uterus , zigot disebut morulla.
Kemudian morulla aka membelah
menjadi dua lapisan yaitu yaitu massa sel luar (trofoblast) dan massa sel
dalam. Sekitar 10 hari setelah fertilisasi ovum, blastokist (cairan yang
mengisi ruangan diantara kedua lapisan massa sel) akan menanamkan dirinya ke
dalam endomatrium. Begitu implantasi terjadi, lapisan uterus akan menyelimuti
blastokist dan kehamilan terbentuk.
Sel sel tropoblast kemudian dapat
menyerap nutrient dan mensekresikan hormonnya sendiri yaitu hormone HCG kedalam
aliran darah ibu yang hamil. Pengukuran HCG dalam urin biasanya merupakan
pemeriksaan utama yang dilakukan untuk menegakkan kehamilan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar